Jumat, 17 Agustus 2012

About HEART BREAK

Heart break itu apasih? ah masa' gatau?
Kalo patah hati tau? Pasti tau dong ya. Heart break sama patah hati itu sama kok. Cuman beda dipenulisan sama bahasa yang digunakan aja


Pernah patah hati? Pasti pernah. Ini berlaku banget buat para CINTAlism atau CINTAisme.Termasuk saya hehehe . Dulu, saya sering banget tuh patah hati. Karna apa? Apalagi kalo bukan cinta, cowok, dan sejenisnya. Secara pribadi sih saya mulai kenal cinta-cintaan udah lama banget. Waktu saya kelas 5 sekolah dasar lebih jelasnya. Wow?  Enggak biasa aja deh. Cinta-cintaan yang seperti apa yang dilakukan anak umur segitu kira-kira? Ya sederhana. Cuman pengen punya status berpacaran aja biar dianggep udah gedhe ennn biar keliatan lebih cool gitu


Nah hubungannya apa? Jelas banget lah kaga ada hubungannya buuk. Sekali lagi saya perjelas ni ya bahwa cerita saya diatas itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan topik kita kali ini. Teruuussss? Yah saya cuman curhat. Lagian juga saya kesel banget curhat sama tembok kamar terus dirumah. Mana kalo ditanyain diem aja . Kan mendingan saya curhat disini. Ya nggak ya nggak?


Balik lagi ke patah hati. Semua mahluk tuhan (baca: manusia) baik pria maupun wanita. Perempuan atau laki-laki. Cowok atau cewek. Either male or female. Semuanya pasti pernah matahin hati atau
dipatahin hatinya.
Rasanya gimana sih? Sakit? wuiihh bukan sakit lagi pemirsa. Bahkan salah satu korban patah hati sempat merasakan cekit-cekit dilambung, linu digusi, pusing dikepala, kaku diotot dan persendian, panas dalam ditenggorokan dan masih banyak lagi.Tapi untungnya mereka langsung berobat keklinik tong fang. Sehingga cekit-cekit dilambung, linu digusi, pusing dikepala, kaku diotot dan persendian, dan panas dalam ditenggorokan pun sembuh dalam sekejap! . Tapi berhubung klinik tong fang tidak melayani pengobatan pasien patah hati, jadi para pasien tersebut belum bisa tertolong. Dokter hanya menyarankan kepada para pasien untuk membeli lem glukol atau lem castoluntuk merekatkan hati yang patah-patah tersebut. Nah sekarang saya tanya lagi ni ya. Kenapa kita nyasar sampe lem glukol begini ni? Maksudnya apaan ha?


Yak lanjut! Serius deh sekarang. Janji deh suer hehehe.


Masih tentang patah hati ni pemirsa. Jangka waktu seseorang untuk merasakan patah hati itu sebenarnya sudah dibatasi oleh tuhan. Tuhan yang maha baik itu tidak mungkin membiarkan mahluknya selalu saja berkubang didalam kesedihan. Ketika seseorang patah hati karna putus cinta, atau ditinggal kabur pacarnya, digantungin hubungannya, tidak direstui orang tua doi, atau bahkan diselingkuhin si dia. Apapun itu, percaya deh. Kalo Tuhan enggak menginginkan Anda untuk bersama seseorang tersebut. Jangan salahkan keadaan yang sudah membuat Anda bertemu dengan orang-orang yang telah menyakiti Anda. Jangan salahkan Tuhan karna telah mempertemukan Anda dengan dia yang telah menyakiti Anda. Kana apa? Karna semua itu adalah jalan cerita kehidupan Anda masing-masing. Sebuah cerita membutuhkan  tahapan pendahuluan, penggawatan, penanjakan, klimaks, antiklimaks, hingga kesimpulan pada akhirnya agar cerita tersebut menarik. Begitu juga dalam jalan cerita percintaan Anda. Sebelum Anda semua menemukan yang sejati, Tuhan ingin Anda terlebih dahulu mengenal seperti apa cinta yang buruk, cinta yang menyakitkan, cinta yang salah, & cinta yang tidak pantas. Tuhan akan memberikan Anda pilihan-pilihan yang salah agar Anda dapat belajar untuk menentukan pilihan yang benar (ceilaaahh). Jadi, patah hati itu bukan sesuatu yang harus disesali kehadirannya dihidup Anda pemirsa. Karna sakitnya patah hati akan membuat Anda belajar untuk tidak menyakiti hati orang lain (kecuali para revengers), membuat Anda untuk menjadi lebih bijak dan lebih giat menulis puisi-puisi patah hati *eh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar